Kalkun Jantan di Peternakan Tradisional

 

Kalkun jantan dapat dikenali dari ukuran tubuhnya yang jauh lebih besar dibandingkan betina serta warna kulit di kepala dan leher yang mencolok — biasanya merah, biru, atau ungu tergantung pada suasana hatinya. Kulit berkerut di leher yang disebut "wattle" dan tonjolan berdaging di atas paruh yang disebut "snood" berfungsi sebagai penanda seksualitas dan dominasi. Saat merasa terancam atau sedang memikat betina, kalkun jantan akan mengembangkan bulu dadanya, mengangkat ekor berbentuk kipas, dan mengeluarkan suara khas “gobble” yang bergema keras.

Kalkun umumnya dipelihara di area terbuka dengan tanah kering seperti pada foto ini. Peternak biasanya menyediakan kandang kayu atau rumah sederhana untuk berteduh di malam hari dan melindungi dari hujan serta predator. Pemeliharaan kalkun tidak memerlukan teknologi tinggi, namun tetap membutuhkan kebersihan, ketersediaan air minum, serta pakan bergizi.

Kalkun memiliki nilai ekonomi tinggi, terutama di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Kanada, di mana dagingnya menjadi hidangan utama pada perayaan Thanksgiving dan Natal. Di Indonesia, popularitas kalkun mulai meningkat, baik sebagai sumber daging premium maupun hewan peliharaan eksotis. Selain itu, kalkun juga kerap dijadikan objek fotografi alam dan edukasi peternakan, karena bentuk tubuh dan warna uniknya menarik perhatian banyak orang.

#kalkun #ayamkalkun #peternakan #unggas #hewanternak #fauna #burungbesar #farmanimals #wildturkey #turkeybird #poultry #agriculture #birdphotography #animalphotography #farmphotography #kalkunindonesia #hewanunik #naturephoto #ruralfarm #turkeylover #animals #wildlife #birds #agrotourism #edukasipeternakan #kalkunjantan #unggaslokal #animalworld #naturallife #peternakankalkun

No comments:

Post a Comment